SD Negeri 01 Pododadi Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan pada bulan Ramadhan tahun 1443 H melaksanakan kegiatan buka puasa bersama (bukber) di SD Negeri 01 Pododadi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru, karyawan dan peserta didik kelas IV sampai dengan kelas VI.
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Senin, 09 Mei 2022
Kamis, 20 April 2017
PERINGATAN ISRO' MI'RAJ NABI MUHAMMAD SAW
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil haram ke Al Masjidil aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. [QS Al-Isra’ : 1]
Selasa, 07 Januari 2014
MACAM-MACAM HATI DAN KRITERIANYA
Hubungan hati dengan organ-organ tubuh lainnya, laksana raja yang bertahta diatas singgasana yang dikelilingi para punggawanya. Seluruh anggota punggawa bergerak atas perintahnya. Dengan kata lain, bahwa hati itu adalah pengendali dan sekaligus sebagai pemberi komando terdepan yang setiap anggota tubuh berada di bawah kekuasaannya. Di hati inilah anggota badan lainnya mengambil keteladanannya, baik dalam ketaatan atau penyimpangan. Organ-organ tubuh lainnya selalu mengikuti dan patuh dalam setiap keputusan.
Nabi saw bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging, apabila daging itu baik maka baiklah tubuh manusia itu, akan tetapi bila daging itu rusak maka rusak pula tubuh manusia. Ketahuilah bahwa sesungguhnya segumpal daging itu adalah hati.”[HR. Bukhari-Muslim].
Pengelompokan Hati Manusia
Hati manusia terbagi menjadi tiga klasifikasi: Qalbun Shahih (hati yang suci), Qalbun Mayyit (hati yang mati), dan Qalbun Maridl (hati yang sakit).
Kamis, 11 Juli 2013
Di Mana Syurgamu Wahai Suami ?
“Dan kahwinlah orang bujang (Lelaki atau perempuan) dari kalangan kamu, dan orang yang salih dari hamba-hamba kamu, lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah swt akan memberikan kekayaan kepada mereka dari limpa kurnia-Nya, kerana Allah swt Maha Luas (rahmat-Nya dan limpah kurnia-Nya), lagi Maha Mengetahui” (Surah An-Nur 24:32)
Dan kekayaan melalui nikmat itulah yang Allah rakamkan dalam Firman-Nya:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. ” (QS. 30:21)Teringat saya akan skrip dialog yang dipetik dari filem ‘Sepi’ arahan Khabir Bhatia
“Isteri bukan hak milik, tetapi anugerah”
Selasa, 02 Juli 2013
Hukum Bagi Pelaku Zina
Larangan yang sekeras bagaimanapun takkan mempan dicerna oleh orang yang mempunyai sakit jiwa, atau orang-orang yang menjadi pengabdi nafsu. Bagi orang-orang
yang demikian, tidak ada hukum yang ditakutinya. Bahkan secara terus
menerus mereka melakukan maksiat tanpa menghiraukan norma-norma agama
dan akhlak.
Untuk menangani secara khusus orang yang berjiwa sakit ini, Islam telah
mensyari’atkan hukuman secara tegas, dengan maksud agar mereka tidak
mengulangi perbuatan tersebut, dan masyarakat dapat bersih dari kotoran yang ditimbulkan.
Allah berfirman :
“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada agama Allah dan hari akherat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman”. (Q.S. 24 : 2).
Jumat, 19 April 2013
Laki-laki Jahat untuk Perempuan Jahat
| Yang dimaksud perempuan zina di sini, ialah
perempuan-perempuan nakal yang pekerjaannya berzina
(pelacur). Dalam hal ini ada suatu riwayat yang diceriterakan oleh Murtsid dari Abu Murtsid, bahwa dia minta izin kepada Nabi untuk kawin dengan pelacur yang telah dimulainya perhubungan ini sejak zaman jahiliah, namanya: Anaq. Nabi tidak menjawabnya sehingga turunlah ayat yang berbunyi: "Laki-laki tukang zina tidak (pantas) kawin, melainkan dengan perempuan penzina atau musyrik; |
Selasa, 25 Desember 2012
Sang Ibu
Hari kiamat dikabarkan terjadi tanggal 21 Desember 2012, namun ternyata tidak terjadi. Buat orang Islam memang tidak percaya, karena tibanya hari kiamat hanya Allah Yang Maha Tahu.
Rabu, 14 Maret 2012
Menghadapi Fitnah
Salah satu kaidah yang wajib diikuti ketika terjadi Fitnah adalah hendaknya anda mempunyai sikap ar-Rifq (lemah lembut), at-Tha’anni (perlahan-lahan) dan al-Hilm (santun), dan janganlah anda tergesa-gesa. Perkara yang pertama adalah ar-Rifq. Sungguh Nabi bersabda -dalam hadits yang tsabit dari beliau- dalam Ash-Shahih :
“Tidaklah ar-Rifq ada pada sesuatu kecuali akan memperindahnya, dan tidaklah ar-Rifq dicabut dari sesuatu kecuali akan menjelekkannya.”
Perkara yang kedua, hendaklah anda mempunyai sikap at-Tha’anni (perlahan-lahan).
At-Tha’anni merupakan sifat yang terpuji, karena Alloh berfirman : “Dan manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.” QS. Al-Israa’ ; 11
Para Ulama berkata : Dalam ayat ini terdapat celaan terhadap manusia yang mana mempunyai sikap tergesa-gesa, karena barangsiapa mempunyai sifat ini maka dia tercela. Oleh karena itu, adalah Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam tidak termasuk orang yang tergesa-gesa.
Perkara yang ketiga ; al-Hilm (santun). Sikap al-Hilm ketika muncul fitnah dan ketika keadaan berubah, adalah sangat terpuji. Dengan al-Hilm akan memungkinkan seseorang untuk melihat segala sesuatu sesuai hakikatnya dan melihat segala urusan sesuai kenyataannya.
Al-Hilm dalam setiap perkara merupakan hal yang terpuji, dimana al-Hilm, al-A’anah dan ar-Rifq menjadikan akal seseorang bisa memperhatikan dengan baik ketika terjadi fitnah. Hal ini menunjukkan baiknya cara seseorang berpikir dan memandang.
Adapun sikap yang mesti dikembangkan seorang muslim dalam menghadapi fitnah antara lain :
Konsentrasi dalam beribadah kepada Alloh merupakan jaminan keselamatan dari Fitnah.
Imam Muslim meriwayatkan dari Ma’qil bin Yasar, bahwasanya Rosulullah bersabda, “Beribadah ketika terjadi anarkhis laksana berhijrah kepadaku.”
Anarkhis disini adalah pembunuhan dan peperangan serta sikap fanatisme, hizbiyyah, dan lainnya. Lafazh Ibadah disini mencakup semua macam ibadah, berupa kejujran, ikhlash, muraqabatullah, taqwa, waro’, sabar, teguh di atas haq, serta disiplin mempelajari ilmu yang bermanfaat dan mengajarkannya. Demikian juga amal sholeh seperti sholat, puasa, akhlaq yang indah.
Andaikan setiap muslim memperhatikan dengan seksama kepada ibadah sebagaimana yang diinginkan oleh Alloh, maka tentu tidak akan tersisa baginya waktu untuk hanyut dalam Fitnah, bertengkar dan berdebat.
Benarlah Nabi bersabda, “Ada dua nikmat yang banyak manusia terkecoh padanya : nikmat kesehatan dan waktu luang.” HR. Bukhari dari Ibnu Abbas.
Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Segeralah beramal (sebelum datangnya) fitnah laksana potongan-potongan malam yang gulita, dimana seseorang pada pagi hari dalam keadaan mukmin lalu sore hari dalam keadaan kafir dan sore hari dalam keadaan mukmin lalu pagi hari dalam keadaan kafir. Dia menjual agamanya dengan sepotong harta dunia.” HR. Muslim dari Abu Hurairah.
Fitnah akan menghancur-leburkan siapa yang mengintip ke dalamnya !!!
Alloh ta’ala berfirman, “Dan peliharalah dirimu dari fitnah yang tidak khusus menimpa orang-orang yang dzalim saja diantara kamu.” QS. Al-Anfal ; 25
Pikirkanlah dengan jernih !!! Bagaimana Alloh memerintahkan kepada kita untuk menghindari semua fitnah! Sedangkan siapa yang tidak tunduk kepada perintah-Nya, maka balasannya sebagaimana yang Dia firmankan : “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rosul takut akan ditimpa fitnah atau ditimpa adzab yang pedih.” QS. An-Nuur ; 63
Tersebut dalam hadits Abu Hurairah bahwa Rosulullah bersabda, “Akan terjadi Fitnah, seorang yang duduk saat itu lebih baik dari pada yang berdiri…” Muttafaqun’alaih
Betapa banyak kita melihat manusia yang terburu-buru mendatangi Fitnah, sehingga mereka menyimpang dari kebenaran setelah tadinya mereka adalah orang-orang yang jujur yang sulit didapati kebohongannya, setelah tadinya dia adalah seorang penganut Islam yang termulia lalu berubah menjadi pengikut hawa nafsu terbesar, setelah tadinya mereka menjauhkan diri dari menyakiti manusia, memaki dan mencela, lalu berubah masuk membicarakan kehormatan mereka.
Sungguh, banyak orang yang mencintai kebajikan namun telah mengambil sikap terburu-buru, sebagaimana sabda Rosulullah sholallohu ‘alaihi wasallam, “Demi Alloh, Alloh benar-benar akan menyempurnakan urusan ini hingga seorang pengendara berjalan dari Shan’a ke Hadramaut tanpa merasa takut selain kepada Alloh dan serigala yang akan menerkam kambingnya. Akan tetapi kalian kaum yang terburu-buru.” HR. Bukhari dari hadits Khabbab.
Maka takutlah kepada Alloh ! demi urusan agamamu, wahai muslim ! Apabila telah datang Fitnah, maka tahanlah lisanmu, peliharalah keselamatan hatimu, dan sucikan pendengaranmu ! Jangan engkau terjun kedalam perdebatan yang tidak membawa kebaikan. Jangan engkau berbicara mengenai apa yang engkau tidak berilmu tentangnya, serta janganlah engkau sibukkan pendengaranmu untuk mendengarkan semua yang beredar dan dikatakan ! Sehingga engkau akan menjadi tergoncang. http://ummfulanah.wordpress.com/2009/05/15/mutiara-hikmah-saat-menghadapi-fitnah/
“Tidaklah ar-Rifq ada pada sesuatu kecuali akan memperindahnya, dan tidaklah ar-Rifq dicabut dari sesuatu kecuali akan menjelekkannya.”
Perkara yang kedua, hendaklah anda mempunyai sikap at-Tha’anni (perlahan-lahan).
At-Tha’anni merupakan sifat yang terpuji, karena Alloh berfirman : “Dan manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.” QS. Al-Israa’ ; 11
Para Ulama berkata : Dalam ayat ini terdapat celaan terhadap manusia yang mana mempunyai sikap tergesa-gesa, karena barangsiapa mempunyai sifat ini maka dia tercela. Oleh karena itu, adalah Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam tidak termasuk orang yang tergesa-gesa.
Perkara yang ketiga ; al-Hilm (santun). Sikap al-Hilm ketika muncul fitnah dan ketika keadaan berubah, adalah sangat terpuji. Dengan al-Hilm akan memungkinkan seseorang untuk melihat segala sesuatu sesuai hakikatnya dan melihat segala urusan sesuai kenyataannya.
Al-Hilm dalam setiap perkara merupakan hal yang terpuji, dimana al-Hilm, al-A’anah dan ar-Rifq menjadikan akal seseorang bisa memperhatikan dengan baik ketika terjadi fitnah. Hal ini menunjukkan baiknya cara seseorang berpikir dan memandang.
Adapun sikap yang mesti dikembangkan seorang muslim dalam menghadapi fitnah antara lain :
Konsentrasi dalam beribadah kepada Alloh merupakan jaminan keselamatan dari Fitnah.
Imam Muslim meriwayatkan dari Ma’qil bin Yasar, bahwasanya Rosulullah bersabda, “Beribadah ketika terjadi anarkhis laksana berhijrah kepadaku.”
Anarkhis disini adalah pembunuhan dan peperangan serta sikap fanatisme, hizbiyyah, dan lainnya. Lafazh Ibadah disini mencakup semua macam ibadah, berupa kejujran, ikhlash, muraqabatullah, taqwa, waro’, sabar, teguh di atas haq, serta disiplin mempelajari ilmu yang bermanfaat dan mengajarkannya. Demikian juga amal sholeh seperti sholat, puasa, akhlaq yang indah.
Andaikan setiap muslim memperhatikan dengan seksama kepada ibadah sebagaimana yang diinginkan oleh Alloh, maka tentu tidak akan tersisa baginya waktu untuk hanyut dalam Fitnah, bertengkar dan berdebat.
Benarlah Nabi bersabda, “Ada dua nikmat yang banyak manusia terkecoh padanya : nikmat kesehatan dan waktu luang.” HR. Bukhari dari Ibnu Abbas.
Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Segeralah beramal (sebelum datangnya) fitnah laksana potongan-potongan malam yang gulita, dimana seseorang pada pagi hari dalam keadaan mukmin lalu sore hari dalam keadaan kafir dan sore hari dalam keadaan mukmin lalu pagi hari dalam keadaan kafir. Dia menjual agamanya dengan sepotong harta dunia.” HR. Muslim dari Abu Hurairah.
Fitnah akan menghancur-leburkan siapa yang mengintip ke dalamnya !!!
Alloh ta’ala berfirman, “Dan peliharalah dirimu dari fitnah yang tidak khusus menimpa orang-orang yang dzalim saja diantara kamu.” QS. Al-Anfal ; 25
Pikirkanlah dengan jernih !!! Bagaimana Alloh memerintahkan kepada kita untuk menghindari semua fitnah! Sedangkan siapa yang tidak tunduk kepada perintah-Nya, maka balasannya sebagaimana yang Dia firmankan : “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rosul takut akan ditimpa fitnah atau ditimpa adzab yang pedih.” QS. An-Nuur ; 63
Tersebut dalam hadits Abu Hurairah bahwa Rosulullah bersabda, “Akan terjadi Fitnah, seorang yang duduk saat itu lebih baik dari pada yang berdiri…” Muttafaqun’alaih
Betapa banyak kita melihat manusia yang terburu-buru mendatangi Fitnah, sehingga mereka menyimpang dari kebenaran setelah tadinya mereka adalah orang-orang yang jujur yang sulit didapati kebohongannya, setelah tadinya dia adalah seorang penganut Islam yang termulia lalu berubah menjadi pengikut hawa nafsu terbesar, setelah tadinya mereka menjauhkan diri dari menyakiti manusia, memaki dan mencela, lalu berubah masuk membicarakan kehormatan mereka.
Sungguh, banyak orang yang mencintai kebajikan namun telah mengambil sikap terburu-buru, sebagaimana sabda Rosulullah sholallohu ‘alaihi wasallam, “Demi Alloh, Alloh benar-benar akan menyempurnakan urusan ini hingga seorang pengendara berjalan dari Shan’a ke Hadramaut tanpa merasa takut selain kepada Alloh dan serigala yang akan menerkam kambingnya. Akan tetapi kalian kaum yang terburu-buru.” HR. Bukhari dari hadits Khabbab.
Maka takutlah kepada Alloh ! demi urusan agamamu, wahai muslim ! Apabila telah datang Fitnah, maka tahanlah lisanmu, peliharalah keselamatan hatimu, dan sucikan pendengaranmu ! Jangan engkau terjun kedalam perdebatan yang tidak membawa kebaikan. Jangan engkau berbicara mengenai apa yang engkau tidak berilmu tentangnya, serta janganlah engkau sibukkan pendengaranmu untuk mendengarkan semua yang beredar dan dikatakan ! Sehingga engkau akan menjadi tergoncang. http://ummfulanah.wordpress.com/2009/05/15/mutiara-hikmah-saat-menghadapi-fitnah/
Sabtu, 03 Desember 2011
Ajal Pezina
Astagfirullah....
Kehidupan bukanlah hal yang abadi, kehidupan hanyalah lewat jalan, bukan selamanya duduk dan bertahta di sini, sehingga apalah artinya engkau tertawa terbahak-bahak, apalah artinya engkau congkak ketika segunung dosa telah engkau lakukan.
Manusia yang tak mengenal dari mana dirinya berasal dan mau ke mana kelanjutannya, maka man tersebut merasa dunia adalah segala-galanya. Man tersebut merasa bahwa dunia ada di atas kepala, dunia ada dalam genggaman. Sehingga jangankan kenal halal haram, mengenal dirinya saja tidak bisa.
Dari hari ke hari hanya zina yang dia lakukan, dari satu pelanggan ke pelanggan lain, dari satu kompleks ke kompleks lain dari satu kota ke kota lain. Dosa selalu dilakukan sejak usia dini sampai uzur.
Dengan bangga dia sudah tua pun masih menjual diri, sampai Sang Penguasa menunjukkan kekuasaan-Nya, membuat pezina meregang nyawa di atas obat peningkat birahinya. Untung pelanggannya tak mati bersama.
Jauhkanlah sejauh-jauhnya diri dari semua ini.....
Perkembangan zaman akhir dengan adanya modernisasi/globalisasi banyak menawarkan berbagai macam bentuk dan praktek kemaksiyatan yang dihiasi dengan keindahan dan kenikmatan nyaris tak terkendalikan. Di sisi lain Allah juga menciptakan makhluk yang bernama Iblis/Syetan dan telah Allah tetapkan sebagai musuh manusia, telah bersumpah untuk menjadikan anak turun Adam menjadi orang yang tidak bersyukur dan dilaknati Allah, sebagaimana tertuang dalam percakapan Iblis dengan Allah dalam Al-Qur’an:
Artinya: “Iblis berkata: karena Engkau telah menyesatkan padaku, niscaya sungguh aku akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (tho’at)”. (QS. Al-A’rof: 16-17).
Di dalam hukum Islam perzinaan termasuk pelanggaran berat dan dosa besar, apabila pelakunya masih bujangan (Ghoiru muhshon) maka harus dijilid (didera/dicambuk) 100 kali, dan apabila pelakunya sudah bersuami/beristri/janda/duda maka harus dirajam, dilempari batu sampai mati.
Sebagaimana ketetapan Allah di bawah ini:

Artinya: “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya serastus kali dera dan janganlah belas kasihan kepada keduanyadalam menjalankan agama Allah, jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman” (QS. An-Nur:2)
Sungguh aniaya orang yang hidupnya hanya mencari kepuasan dunia, kepuasan yang hanya sesaat, menuruti hawa nafsunya, membiarkan Iblis bersemayam dalam dirinya dan dosa menjadi kebanggaan, tidak menyadari di dunia akan hilang kewibawaannya, pendek umurnya dan fakir bahkan di akhirat nanti akan mengalami penderitaan, kepedihan, mendapat murka dan adzabNya Allah. Sabda Rasulullah SAW:
Artinya: “Hai golongan orang iman, takutlah kalian akan berbuat zina, karena sesungguhnya di dalamnya ada enam perkara, tiga perkara di dunia dan tiga perkara di akhirat. Maka adapun tiga perkara yang ada di dunia: hilangnya kewibawaan, pendek umurnya, dan kekalnya kefakiraan. Dan adapun tiga perkara di akhirat : mendapat murka Allah, sejelek-jeleknya hisaban, dan siksa akhirat (neraka)”, (HR. Baihaqi)

Artinya: “Ada tujuh golongan yang Allah tidak melihat mereka di hari kiamat dan Allah tidak mau mensucikan dan Allah tidak mau mengumpulkan bersama-sama orang yang beramal kebajikan dan Allah akan memasukkan mereka ke neraka, kecuali bahwasannya mereka bertaubat. Dan barang siapa yang bertaubat maka Allah akan menerima taubatnya. (Tujuh golongan itu adalah): Orang yang menikahi tangannya (onani/masturbasi) dan orang-orang yang mengerjai dan dikerjai (homo sex dan lesbian), dan orang yang membiasakan minum arak, dan orang yang memukul kedua orang tuanya hingga minta tolong, dan orang yang menyakiti tetangganya hingga melaknatinya dan orang yang menzinai (istri) tetangganya”. (HR. Al-Imam Hasan)
Kehidupan bukanlah hal yang abadi, kehidupan hanyalah lewat jalan, bukan selamanya duduk dan bertahta di sini, sehingga apalah artinya engkau tertawa terbahak-bahak, apalah artinya engkau congkak ketika segunung dosa telah engkau lakukan.Manusia yang tak mengenal dari mana dirinya berasal dan mau ke mana kelanjutannya, maka man tersebut merasa dunia adalah segala-galanya. Man tersebut merasa bahwa dunia ada di atas kepala, dunia ada dalam genggaman. Sehingga jangankan kenal halal haram, mengenal dirinya saja tidak bisa.
Dari hari ke hari hanya zina yang dia lakukan, dari satu pelanggan ke pelanggan lain, dari satu kompleks ke kompleks lain dari satu kota ke kota lain. Dosa selalu dilakukan sejak usia dini sampai uzur.
Dengan bangga dia sudah tua pun masih menjual diri, sampai Sang Penguasa menunjukkan kekuasaan-Nya, membuat pezina meregang nyawa di atas obat peningkat birahinya. Untung pelanggannya tak mati bersama.
Jauhkanlah sejauh-jauhnya diri dari semua ini.....
Perkembangan zaman akhir dengan adanya modernisasi/globalisasi banyak menawarkan berbagai macam bentuk dan praktek kemaksiyatan yang dihiasi dengan keindahan dan kenikmatan nyaris tak terkendalikan. Di sisi lain Allah juga menciptakan makhluk yang bernama Iblis/Syetan dan telah Allah tetapkan sebagai musuh manusia, telah bersumpah untuk menjadikan anak turun Adam menjadi orang yang tidak bersyukur dan dilaknati Allah, sebagaimana tertuang dalam percakapan Iblis dengan Allah dalam Al-Qur’an:
Di dalam hukum Islam perzinaan termasuk pelanggaran berat dan dosa besar, apabila pelakunya masih bujangan (Ghoiru muhshon) maka harus dijilid (didera/dicambuk) 100 kali, dan apabila pelakunya sudah bersuami/beristri/janda/duda maka harus dirajam, dilempari batu sampai mati.
Sebagaimana ketetapan Allah di bawah ini:

Artinya: “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya serastus kali dera dan janganlah belas kasihan kepada keduanyadalam menjalankan agama Allah, jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman” (QS. An-Nur:2)
Sungguh aniaya orang yang hidupnya hanya mencari kepuasan dunia, kepuasan yang hanya sesaat, menuruti hawa nafsunya, membiarkan Iblis bersemayam dalam dirinya dan dosa menjadi kebanggaan, tidak menyadari di dunia akan hilang kewibawaannya, pendek umurnya dan fakir bahkan di akhirat nanti akan mengalami penderitaan, kepedihan, mendapat murka dan adzabNya Allah. Sabda Rasulullah SAW:
Artinya: “Hai golongan orang iman, takutlah kalian akan berbuat zina, karena sesungguhnya di dalamnya ada enam perkara, tiga perkara di dunia dan tiga perkara di akhirat. Maka adapun tiga perkara yang ada di dunia: hilangnya kewibawaan, pendek umurnya, dan kekalnya kefakiraan. Dan adapun tiga perkara di akhirat : mendapat murka Allah, sejelek-jeleknya hisaban, dan siksa akhirat (neraka)”, (HR. Baihaqi)
Artinya: “Ada tujuh golongan yang Allah tidak melihat mereka di hari kiamat dan Allah tidak mau mensucikan dan Allah tidak mau mengumpulkan bersama-sama orang yang beramal kebajikan dan Allah akan memasukkan mereka ke neraka, kecuali bahwasannya mereka bertaubat. Dan barang siapa yang bertaubat maka Allah akan menerima taubatnya. (Tujuh golongan itu adalah): Orang yang menikahi tangannya (onani/masturbasi) dan orang-orang yang mengerjai dan dikerjai (homo sex dan lesbian), dan orang yang membiasakan minum arak, dan orang yang memukul kedua orang tuanya hingga minta tolong, dan orang yang menyakiti tetangganya hingga melaknatinya dan orang yang menzinai (istri) tetangganya”. (HR. Al-Imam Hasan)
Langganan:
Postingan (Atom)


