KEBAHAGIAAN ADALAH DARI NURANI YANG IKHLAS MENJALANKAN TUGAS PENCIPTA DIRI DAN ALAM RAYA INI
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 November 2018

YA ALLAH YANG MAHA ESA, AMPUNILAH HAMBA

Di bawah terik mentari di tengah hari, betapa panas menyengat kulit muka, sampai menembus badan yang tertutupi, panaas.... dan membakar. Kulajukan sepeda menyusuri siraman panas ini. 

Senin, 05 November 2018

BENARKAH...

Renungkan
Wahai anak-anakku
Haluskan hatimu, ajak bicara dirimu, sehingga kau akan tahu dan akan mendengar apa sesungguhnya yang dia alami dan dia rasakan. 
Ketika engkau marah karena sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginganmu, kemudian engkau ingin membuat orang lain marah, seakan engkau ingin membalas sakit hatimu dengan cara menyakiti mereka, engkau tertawa, bangga dan merasa menang. 
Benarkah demikian yang terjadi...??

Selasa, 10 November 2015

SELAMAT ULANG TAHUN

Kini hari tlah tiba
Ketika engkau tambah usia
Tinggalkan masa tlah lewat di sana
Tertinggal bersama suka dan duka

Jumat, 16 Oktober 2015

Jumat Sehat SDN 02 Pododadi

Berdoa
Jumat sehat tanggal 16 Oktober 2015 dilaksanakan di SD Negeri 02 Pododadi. Tempat yang sejuk... udara bersih... nyaman dan hemmmm...
Perjalanan menyusuri lingkungan SD Negeri 02 Pododadi kemudian dilanjutkan ke lokasi Mbung..

Kegiatan jumat sehat dilanjutkan dengan mengikuti rapat dinas.

Ligkungan SD

Selasa, 18 November 2014

Mengharap Kepada Allah SWT

Ketika seorang istri merasa sakit hati melihat pasangannya selingkuh, dari hari ke hari difikirkan sehingga badan kurus kering, memikirkan anak dan keluarga tidak sepenuh hati dan ujung-ujungnya tergeletak di penginapan rumah sakit menjalani pengobatan. Sakit hati yang diderita akibat pasangan selingkuh telah menggelapkan segalanya. Telah menggelapkan tugas dan tanggung jawabnya sebagai hamba Allah.
Sehingga sholat terlambat, emosi terhadap anak dan bahkan terhadap siapa saja yang ada di sekitar kita. Padahal tugas kita terhadap anak harus tetap kita jalankan.

Wahai istri, mengapa kita harus memikirkan hingga berkorban begitu banyak untuk pasangan kita yang selingkuh, sementara dirinya tidak pernah memikirkan kita sama sekali.
Andai dia memikirkan kita, sudah pastilah dia tidak akan melakukan perselingkuhan.

Minggu, 12 Januari 2014

Ibu sekaligus Bapak Rumah Tangga

Dalam sebuah keluarga suami dan istri mempunyai tugas masing-masing yang bertujuan untuk kelangsungan rumah tangga dan orang-orang yang ada dalam naungannya. Tugas tersebut dilaksanakan karena perintah dari Allah SWT.
Ada kisah sebuah rumah tangga dalam menjalankan tugasnya sehari-hari yang mungkin tidak terjadi pada keluarga yang lain.

  1. Suami pulang kerja pukul 15.00 WIB langsung tidur., padahal suami sebagai guru SD. SD mana yang tutup pukul 15.00 tiap hari?

Rabu, 01 Januari 2014

Cita-cita dan Doa Anak

Banyak harapan dan cita-cita pada diri anak
Bu saya ingin punya kamar sendiri.....kapan ya bu....mengapa tidur bersama-sama satu ruangan terus.....
Tak disalahkan keinginan itu, karna sampai menjelang SMA anakku masih tetap tak punya kamar,  rumah saja tak punya, kami hanya punya satu ruangan yang dipergunakan untuk sumur, kasur dan dapur...
Sang ibu tersenyum, sambil berkata,"Berdoalah kepada Allah agar ibu diberi rizky yang khalal untuk membuat rumah ya.." sang anak mengangguk.
Sang ibu menitikkan air mata ketika melihat anaknya semakin tekun sholat dan berdoa ...betapa besar anaku ingin mempunyai kamar sendiri..."Allah kabulkanlah doa anaku..Aminn"

Minggu, 22 Desember 2013

Anak adalah Titipan

Anak adalah titipan Allah. Manusia yang diberi titipan kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Kalau ada orang tua jangankan sampai menyiksa, orang tua yang menelantarkan anak tidak memberi nafkah itupun sudah menyia-nyiakan titipan Allah, tentunya dosa yang ditanggung orang tersebut.

Seorang istri yang suaminya tidak bertanggung jawab, bisnis tanpa sepengetahuan istri kemudian tanah rumah dijual untuk menutupi hutang bisnisnya yang ratusan juta, sehingga anak istri hidup di kios papan di atas tanah milik desa. Untuk menghidupi anak-anaknya sang istri bekerja apa saja siang dan malam. Sang istri menerima jasa pengetikan dan berjualan seadanya untuk menyambung hidup sementara sang suami masih terus bisnis. Bisnis yang telah membuatnya kehilangan tanah rumah itupun masih ditekuninya, entah apa yang ada dalam pikrannya mengapa tak berhenti dari bisnis itu.

Bukan hanya sekedar bisnis saja, suami juga sering mengkambinghitamkan anak dan istrinya ketika terjepit. Satu ketika sang istri sedang mengantar anak-anaknya berenang di kolam renang. Datanglah 2 orang berseragam sebuah bank.
"Apa anak ibu habis kecelakaan?" tanya orang tersebut
"Kata siapa pak?"
"Suami ibu tadi bilang, saya tidak bisa nyicil bank karena anak kecelakaan"
Betapa amat kesal sang istri terhadap kelakuan suaminya
"Itu anak saya pak dua-duanya sedang berenang"
"Lha terus yang kecelakaan siapa bu?"
"Kan belum tentu anak suami saya adalah anak saya.." jawabnya kesal.
Betapa hebat seorang ayah tega memberitakan hal yang tidak benar tentang anaknya demi menutupi kekuranganya.  Hebat benar..

Rabu, 26 Desember 2012

OBAT

Suami adalah seorang suami, ayah bagi anak-anaknya, dan pemimpin dalam keluarga.Sebagai suami mempunyai kewajiban terhadap istri, sebagai ayah mempunyai kewajiban terhadap anak-anaknya, dan sebagai pemimpin rumah tangga mempunyai kewajiban. Banyak kewajiban yang harus dijalankan suami dalam rumah tangga. Satu hal yang tidak bisa ditolak adalah memberi contoh yang baik kepada istri, kepada anak-anak, sehingga perkembangan anggota keluarga baik dan roda rumah tangga berjalan baik.

Sabtu, 03 Maret 2012

Perekrutan Honorer Dihentikan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengingatkan kepada daerah untuk tidak menambah jumlah guru honorer, karena  jumlah guru honorer di Indonesia saat ini sangat banyak.
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, jika penambahan guru honorer tidak segera dihentikan, akan menambah persoalan baru dimasa yang akan datang.
”Mohon kepada kepala dinas, sampaikan kepada kepala sekolah jangan menambah persoalan baru untuk masa datang, jangan diangkat lagi guru honor,” tegas Musliar, di Jakarta, kemarin.
Dia menjelaskan, jumlah guru honorer di Indonesia sudah sangat banyak. Menurutnya, hal itu akan menjadi masalah ketika para guru honorer menuntut diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). ”Karena faktanya sekarang tercatat guru honor ada sekitar 650.000. Bayangkan jika 650.000 itu minta diangkat semua, tidak cukup uang negara untuk membiayai,” tandas mantan Rektor Universitas Andalas itu.
Masalah Kompetensi
Persoalan berikutnya, guru honorer juga belum tentu memiliki kompetensi yang mumpuni untuk menjadi guru. Menurutnya, ada kemungkinan guru honorer yang ada sekarang ini diangkat hanya karena memiliki faktor kedekatan, baik dengan kepala sekolah maupun dengan pejabat daerah.
”Apakah mereka memiliki kompetensi yang baik untuk menjadi seorang guru. Bisa saja mereka diangkat, karena keluarga kepala sekolah atau keluarga bupati,” imbuhnya.
Karena itu, untuk dapat menghasilkan guru-guru yang memiliki kompetensi dan berkualitas, pihaknya akan terus melakukan seleksi. Salah satunya dengan uji kompetensi. ”Kita lakukan uji kompetensi awal bagi mereka, dan akan kita sesuaikan dengan kebutuhan kita di masa datang,” terang Musliar.
Dia menyadari sekarang ini masih banyak ketimpangan jumlah guru antara satu daerah dengan daerah yang lain. Karena itu, ke depan akan dilakukan distribusi, sehingga jumlah dan kemampuan guru dapat merata di semua daerah di Indonesia. ”Soal distribusi guru, kita akan tempatkan guru-guru lulus seleksi itu di daerah yang memang kekurangan guru,” ujarnya.
sumber : SM