KEBAHAGIAAN ADALAH DARI NURANI YANG IKHLAS MENJALANKAN TUGAS PENCIPTA DIRI DAN ALAM RAYA INI
Tampilkan postingan dengan label Media Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juni 2011

Power point

Rekan guru yang terhormat, dalam membantu mempermudah siswa memperoleh konsep pembelajaran salah satunya adalah dengan menggunakan alat peraga. Banyak alat peraga yang dapat dipergunakan guru, baik alat peraga yang diperoleh dengan cara membeli, memanfaatkan lingkungan, atau bahkan membuat sendiri walaupun bersifat sederhana, yang penting dapat membantu mempermudah siswa menyerap konsep ilmu pengetahuan.

Lingkungan yang dapat dipergunakan guru untuk pembelajaran adalah lingkungan sekolah, lingkungan desa dan lingkungan sekitar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Pandai-pandailah seorang guru membuat skenario pembelajaran sehingga efektif dan efisien pemanfaatan lingkungan dalam pembelajaran tersebut.

Salah satu hal yang masih dipertanyakan, bagaimana cara pembelajaran sejarah ?? Sejarah adalah peristiwa masa lalu yang sudah terlewatkan 10 atau bahkan 100 tahun yang lalu. Bagaimana cara pembelajarannya? Sepertinya mata pelajaran yang penuh hafalan ini sulit untuk dimengerti siswa. Ada beberapa cara untuk pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial khususnya sejarah sehingga siswa mudah memahami materi.
  1. melaksanakan kunjungan/darmawisata ke tempat bersejarah yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan ini otomatis membutuhkan dana yang lebih mahal, jarak, dan waktu yang lebih lama. Karena biasanya tempat bersejarah jauh dari lokasi sekolah.
  2. pemutaran video tentang sejarah yang sesuai tujuan pembelajaran.
  3. memanggil narasumber.
  4. menggunakan power point.
Penggunaan power point membutuhkan waktu untuk belajar mengoperasikan komputer dan membuat power point. Bagi bapak dan ibu guru yang sudah aktif dalam KKG Bermutu tentunya sudah sedikit banyak mengetahui cara mengoperasikan komputer, karena dalam kegiatan KKG Bermutu ada materi ICT. Kebangkahlah pengetahuan yang sudah diperoleh dalam KKG Bermutu tersebut sehingga dapat membuat power point. Kunci dalam belajar komputer adalah ketekunan, kemauan, dan tidak malu bertanya kepada yang lebih dahulu tahu tentang komputer. Kata pepatah 'malu bertanya sesat di jalan', kalau dalam latihan komputer 'malu bertanya lama untuk bisa'.

Gambar dan foto-foto tentang sejarah yang akan ditampilkan dalam power point dapat diperolah dari buku pelajaran atau download lewat internet.Tampilan foto atau gambar tentang sejarah disertai penjelasannya secara urut akan membantu mempermudah siswa memahami materi pelajaran.

Selasa, 19 April 2011

Yuk..membuat peraga lagi...

Media pembelajaran yang dibuat oleh siswa-siswi kelas V kali ini adala kamera. Mereka ingin mendapatkan pengetahuan bagaimana cara kerja kamera.
bahan dan alat yang disediakan adalah :
1 Kotak kardus kecil (bungkus sabun mandi, atau bungkus pasta gigi)
1 lembar tissu
gunting/cutter
lakban

Pembuatan :
1 Penutup kotak kardus dibuka, dan penutup kotak kardus yang satunya dilubangi sebagai tempat masuknya cahaya. Kardus kecil dipotong bagian tengah tanpa putus. Ambil tissu, potong sesuai lebar kardus kecil dan letakkan tepat pada bagian kardus yang dipotong tanpa putus, sebagai layar penangkap bayangan/gambar. Setelah ditata rapi, lem bagian atas kardus yang telah diberi tissu dengan lakban agar rapat sehingga tidak ada cahaya yang masuk melalui bekas potongan tersebut. Cobalah gunakan kameranya....

Kamis, 14 April 2011

Murah, Mempermudah, Menyenangkan

    Guru mempunyai berbagai cara untuk membawa siswa-siswinya memahami sebuah konsep dalam pembelajaran. Dengan pemilihan dan penggunaan berbagai metode yang tepat dan bervariasi maka selangkah lebih mudah bagi siswa untuk memahami materi. Tidak cukup dengan hal itu saja, seorang guru bisa memilih dan menggunakan berbagai media yang telah disediakan dengan tepat tentunya lebih mempermudah bagi siswa untuk memahami konsep dalam sebuah pembelajaran.
       Kalau berbicara masalah media, sering terlintas seperangkat alat yang tinggal pakai, yang mungkin dari sebagian alat tersebut tidak bisa memakainya sehingga daripada pusing-pusing belajar memakainya lebih memilih mengajar dengan ceramah.Padahal tidaklah demikian. Banyak media pembelajaran yang ada di sekitar kita dan banyak juga media yang dapat kita ciptakan sendiri.
     Denny Setiwan dalam bukunya Komputer dan Media Pembelajaran menjelaskan, media tidak selalu identik dengan "mahal" atau "memerlukan listrik" karena media dapat dibedakan berdasarkan keadaannya menjadi media canggih (sophisicate media) dan media sederhana (simple media). Media canggih adalah media yang hanya dapat dibuat di pabrik karena terdiri dari komponen-komponen yang rumit dan biasanya memerlukan listrik dalam penyajiannya. Media sederhana merupakan media yang dapat dibuat sendiri.
    Di sinilah peran seorang guru sangat menentukan dalam mengambil jalan antara pencapaian tujuan pembelajaran dengan tidak tersedianya media. Sehingga walaupun tidak tersedia media seorang guru masih mampu melakukan pembelajaran dengan menggunakan media, yaitu media sederhana. Ada beberapa kelompok media sederhana seperti, gambar diam, display. grafis, dan realia.
       Dalam menyediakan media pembelajaran seorang guru juga dapat melibatkan siswa, siswa diajak secara aktif membuat media belajar bersama-sama.Seperti pada kelas V, seorang siswa sibuk membuat media pembelajaran tiruan alat pernapasan pada manusia. 
       Dengan peralatan yang dapat dijangkau oleh siswa, dan bahan yang mudah sekali didapat (karena dari bahan bekas) maka siswa dapat menciptakan sendiri tiruan alat pernapasan pada manusia. 

       Bahan yang diperlukan adalah : sebuah botol plastik, 2 buah balon karet, 1 potong slang plastik, gelang karet, dan penyumbat. Penyumbat bisa dari karet bekas alas kaki, atau dari styrofoam.
        Dalam bimbingan seorang guru, para siswa membuat model alat pernapasan pada manusia dengan penuh semangat, karena mereka akan membuat karya yang belum pernah mereka buat.
        Lebih gembira dan girang lagi setelah hasil karya tersebut jadi dan dipergunakan. Pertama guru memperagakan cara penggunaan alat peraga tersebut, betapa gembiranya mereka,"kok bisa ya..."
Penjelasan lebih lanjut oleh guru adalah fungsi masing-masing bagian alat peraga. Balon dalam botol berfungsi sebagai paru-paru, slang plastik berfungsi sebagai tenggorokan, balon bagian bawah (penutup bawah botol) adalah sebagai diafragma. Jika balon penutup bawah botol (diafragma) ditarik, maka udara akan masuk melalui slang menuju balon dalam(paru-paru) sehingga balon dalam mengembang. Jika balon bawah dilepas, maka udara di balon dalam (paru-paru) akan keluar melalui slang (tenggorokan).
      Alat peraga ini sederhana, dan menyenangkan siswa, karena bisa membuat sendiri dan mempraktekkan sesuatu yang bersifat abstrak.
       Model pernapasan ini juga dapat dipergunakan untuk membuktikan betapa udara kotor yang terhirup oleh manusia sangat  berbahaya bagi paru-paru.
        Cara mendemonstrasikan pengaruh udara kotor bagi paru-paru adalah dengan memasukkan sedikit kapas ke dalam slang model pernapasan, kemudian menyalakan sesuatu, dan asapnya dihirup oleh model pernapasan, setelah 10 menit dapat dihentikan dan kapas dalam slang dikeluarkan.
         Kapas terlihat kotor, kecoklatan. Salah satu siswa mengatakan,"ini baru 10 menit ya...bagaimana kalau lebih lama..."