Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 27 November 2018
Selasa, 05 April 2011
RPP
RENCANA PEMBELAJARAN 1
Tema : Rekreasi
Kelas / Semester : II / 1
Waktu : 20 jam pelajaran @ 35 menit. (6 pertemuan)
I.KOMPETENSI DASAR.
PKn.
- Mengenal pentingnya alam seperti dunia hewan dan dunia tumbuhan.
Bahasa Indonesia.
- Menyebutkan kembali dengan kata-kata atau kalimat sendiri isi teks pendek (Mendengarkan).
- Bertanya kepada orang lain dengan menggunakan pilihan kata yang tepat dan santun berbahasa (Berbicara).
- Menyimpulkan isi teks pendek (10-15) kalimat yang dibaca dengan membaca lancar. ( Membaca).
- Menulis kalimat sederhana yang didektekan guru dengan menggunakan huruf tegak bersambung dengan memperhatikan penggunaan huruf kapital dan tanda titik. ( Menulis).
Matematika.
- Menggunakan alat ukur waktu dengan satuan jam.
IPA.
- Mengenal bagian-bagian utama hewan dan tumbuhan di sekitar rumah dan sekolah melalui pengamatan.
IPS.
- Memanfaatkan dokumen dan benda penting keluarga sebagi sumber cerita.
SBK.
- Menunjukkan sikap apresiatif terhadap unsure rupa pada karya seni rupa. (Seni rupa).
- Mengekspresikan diri melalui gambar ekpresif. (Seni rupa).
II. INDIKATOR.
PKn.
- Menjelaskan manfaat pentingnya tumbuhan dalam kehidupan.
Bahasa Indonesia.
- Menjawab pertanyaan sesuai isi cerita yang didengarkan.
- Menggunakan kalimat Tanya untuk menanyakan sesuatu kepada orang yang belum dikenal dengan pilihan kata yang tepat.
- Membaca teks cerita dengan lafal dan intonasi yang tepat.
- Menulis kalimat sederhana yang didektekan guru
Matematika.
- Membaca dan menentukan tanda waktu yang ditunjukkan jarum jam.
- Menuliskan tanda waktu yang ditunjukkan jarum jam.
IPA.
- Menggambarkan secara sederhana dan menamai bagian tubuh hewan.
- Menceritakan cara hewan bergerak berdasarkan pengamatan, misalnya menggunakan kaki, perut, sayap (terbang) dan sirip.
IPS.
- Menceritakan peristiwa yang berkesan melalui dokumen keluarga.
SBK.
- Mengungkapkan ketertarikan pada objek yang diamati dari berbagai unsur rupa pada benda di alam sekitar.
- Membuat gambar ekspresi berbagai tema imajinatif melalui unsur-unsur rupa dan perpaduannya dari alam sekitar.
III. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN.
- Hari Senin ( 3 jam pelajaran )
Siswa dibariskan di halaman sekolah untuk mengikuti upacara bendera.
A. Kegiatan Awal.
· Berdoa bersama diteruskan dengan mengabsen kehadiran siswa.
· Mengajak siswa untuk mengawali pelajaran.
· Bertanya jawab tentang kehidupan siswa di rumah.
- Kegiatan Inti.
· Guru memulai pelajaran di dalam kelas dengan pelajaran IPA.
· Siswa diminta menyebutkan bagian-bagian tubuh hewan.
· Siswa melakukan pengamatan cara hewan bergerak.
· Siswa menceritakan cara hewan bergerak berdasarkan pengamatan.
- Kegiatan Akhir.
· Memberi penguat dan motivasi terhadap siswa tentang materi yang baru
dipelajari.
· Repleksi.
· Doa bersama untuk mengakhiri kegiatan.
- Hari Selasa ( 3 jam pelajaran)
A. Kegiatan Awal.
· Berdoa bersama diteruskan dengan mengabsen kehadiran siswa.
· Mengajak siswa untuk mengawali pelajaran.
· Bertanya jawab tentang kehidupan siswa di rumah.
B.Kegiatan Inti.
· Guru memulai pelajaran di dalam kelas dengan pelajaran IPS.
· Siswa diminta mempersiapkan dokumen keluarga yang sudah dibawa dari rumah.
· Siswa menceritakan peristiwa yang telah didokumentasikan tersebut.
· Guru membimbing siswa untuk memasuki pelajaran SBK.
· Siswa dibimbing mengekspresikan objek yang diamati dalam bentuk gambar.
C.Kegiatan Akhir.
· Memberi penguat dan motivasi terhadap siswa tentang materi yang baru
dipelajari.
· Repleksi.
· Doa bersama untuk mengakhiri kegiatan.
- Hari Rabu ( 5 jam pelajaran )
A. Kegiatan Awal.
· Berdoa bersama diteruskan dengan mengabsen kehadiran siswa.
· Mengajak siswa untuk mengawali pelajaran.
· Bertanya jawab tentang kehidupan siswa di rumah.
- Kegiatan Inti.
· Guru memulai pelajaran di dalam kelas dengan pelajaran matematika.
· Siswa dibimbing membaca jam di dinding dan alat peraga.
· Siswa dibimbing untuk menentukan tanda waktu yang ditunjukkan jarum jam alat peraga.
· Siswa dibimbing untuk memasuki pelajaran PKn.
· Tanya jawab tentang jenis-jenis tumbuhan yang bermanfaat.
· Siswa menyebutkan manfaat pentingnya tumbuhan dalam kehidupan.
- Kegiatan Akhir.
a. Memberi penguat dan motivasi terhadap siswa tentang materi yang baru
dipelajari.
b. Repleksi.
c. Doa bersama untuk mengakhiri kegiatan.
- Hari Kamis (5 jam pelajaran)
A. Kegiatan Awal.
· Berdoa bersama diteruskan dengan mengabsen kehadiran siswa.
· Mengajak siswa untuk mengawali pelajaran.
· Bertanya jawab tentang kehidupan siswa di rumah.
- Kegiatan Inti.
A. Guru memulai pelajaran di dalam kelas dengan pelajaran Bahasa indonesia.
B. Siswa menjawab pertanyaan sesuai isi cerita yang didengarkan.
C. Siswa menggunakan kalimat tanya untuk menanyakan sesuatu kepada orang yang belum dikenal.
D. Guru membimbing siswa untuk memasuki pelajaran matematika.
E. Siswa menuliskan tanda waktu yang ditunjukkan oleh jarum jam.
- Kegiatan Akhir.
a. Memberi penguat dan motivasi terhadap siswa tentang materi yang baru
dipelajari.
b. Repleksi.
c. Doa bersama untuk mengakhiri kegiatan.
- Hari Jumat ( 2 jam pelajaran)
A. Kegiatan Awal.
· Berdoa bersama diteruskan dengan mengabsen kehadiran siswa.
· Mengajak siswa untuk mengawali pelajaran.
· Bertanya jawab tentang kehidupan siswa di rumah.
- Kegiatan Inti.
a. Guru memulai pelajaran di dalam kelas dengan pelajaran Bahasa Indonesia.
b. Siswa atas bimbingan guru membaca teks cerita dengan lafal dan intonasi yang tepat.
c. Siswa menulis kalimat sederhana yang didektekan guru dengan tepat, rapi dan mudah dibaca.
d. Sebagai akhir pelajaran , guru menutup pelajaran Bahasa Indonesia.
- Kegiatan Akhir.
a. Memberi penguat dan motivasi terhadap siswa tentang materi yang baru
dipelajari.
b. Repleksi.
c. Doa bersama untuk mengakhiri kegiatan.
- Hari Sabtu ( 2 jam pelajaran )
A. Kegiatan Awal.
· Berdoa bersama diteruskan dengan mengabsen kehadiran siswa.
· Mengajak siswa untuk mengawali pelajaran.
· Bertanya jawab tentang kehidupan siswa di rumah.
- Kegiatan Inti.
a. Guru memulai pelajaran di dalam kelas dengan pelajaran SBK.
b. Dengan bimbingan guru siswa menggambar ekspresi berbagai tema imajinatif melalui unsur-unsur rupa dan perpaduannya dengan alam
c. Sebagai akhir pelajaran, guru menutup pelajaran SBK.
- Kegiatan Akhir.
a. Memberi penguat dan motivasi terhadap siswa tentang materi yang baru
dipelajari.
b. Repleksi.
c. Doa bersama untuk mengakhiri kegiatan.
IV. SUMBER DAN MEDIA
Sumber : KTSP, Buku Terpadu 2 a, Buku Matematika kelas 2, Buku Bahasa Indonesia kelas 2, buku IPA kelas 2, Buku PKn kelas 2, Buku IPS kelas 2.
Media : Gambar-gambar dan lingkungan sekitar.
V. EVALUASI.
- Penilaian dalam Proses.
Mengamati aktifits siswa dalam pembelajaran.
- Penilaian Hasil Belajar.
Sabtu, 02 April 2011
Case Study
BERLATIH MENGENDALIKAN DIRI DEMI SISWA, DALAM MENGAJAR DI KELAS I
Oleh : Mustinah, S.Pd.SD
Guru SD N 03 Pododadi
Mengajar kelas I SD merupakan hal yang baru bagi saya, karena walaupun sudah mengajar selama 14 tahun saya belum pernah mengajar di kelas I, 90 % dari masa kerja tersebut saya mengajar di kelas V, selebihnya di kelas III dan VI.
Pada awal saya masuk ke kelas I semua siswa tenang memperhatikan saya mungkin mereka merasa takut dengan saya karena belum kenal. Sedangkan dalam hati saya tidak tahu harus mengucapkan apa, dan dengan nada yang seperti apa. Karena mengajar kelas tinggi tentunya berbeda dengan mengajar kelas rendah. Dalam benak saya muncul bagaimana cara menekan suara saya agar tidak keras, padahal sudah “paketan” dari sang Pencipta tentang nada tinggi saya, tapi saya harus memperhalusnya agar siswa kelas I tidak takut kepada saya. Jangan-jangan besok pagi tidak ada yang mau berangkat ke sekolah kalau suara saya tinggi. Bagaimana dengan kata-kata saya yang terlalu cepat? Bagaimana cara menekan agar tidak cepat, kalau bisa menjadi lambat dan berulang-ulang? Bukankah seperti itu seharusnya yang diterapkan di kelas I agar mereka bisa mengikuti pembelajaran dan tidak semakin bingung.
Berbagai permasalahan muncul berjubel dalam benak saya, tetapi saya tebarkan sebuah senyuman dulu kepada anak-anak kelas I. Alhamdulillah mereka membalas senyuman saya, wah pertanda bagus ini, pikir saya.
Setelah mengucapkan salam, mengabsen sekaligus bekenalan, sambil saya selingi dengan canda tawa agar mereka tidak takut, agar mereka tidak tegang, barulah saya memulai pelajaran Matematika tentang bilangan 1-5.
Muncul permasalahan lagi dalam pikiran saya, bagaimana cara menjelaskan kepada anak kelas I tentang bilangan? Apakah saya cukup menuliskannya di depan kelas bialngan 1-5? Ataukah bagaimana?
Manalah mungkin mereka memahami bila saya langsung menuliskan bilangan 1-5 di depan kelas. Konsep ini harus benar-benar dipahami oleh siswa.
Seketika muncul ide membawa anak bermain dengan kerikil di depan kelas. Inilah kelemahan saya yang mengajar tanpa persiapan terlebih dahulu. Walaupun awal masuk, awal tahun ajaran toh seharusnya saya membuat perencanaan jadi telah siap cara mengajar di kelas I.
Siswa saya ajak ke luar kelas untuk bermain dengan kerikil yang banyak bertebaran di halaman sekolah. Kebetulan waktu itu musim kemarau jadi halaman tidak becek.
“Anak-anak, bu guru mempunyai kerikil,” saya mengangkat satu kerikil dan mereka melihatnya.
“Ada berapa kerikil yang ibu pegang ini ya..?”
“Satu bu..” jawab mereka. Wah mereka sudah mengenal bilangan satu. Mungkin waktu di TK sudah diajari tentang itu.
Begitu seterusnya saya menggunakan kerikil untuk mengenalkan bilangan 1-5 yang sebagian besar siswa sudah bisa menyebutkannya. Tapi entah apakah mereka bisa menuliskannya?
Setelah 30 menit bermain dengan kerikil di depan kelas, maka atas perintah saya siswa membawa masuk 5 kerikil untuk digunakan bermain di dalam kelas. Saya menggunakan istilah bermain kepada anak-anak agar anak-anak merasa nyaman dengan pelajaran matematika.
Dengan menggunakan kerikil itu pula mereka saya arahkan untuk menuliskan lambang bilangan 1-5. Pertama saya menunjukkan kerikil 1 kemudian siswa menyebutkan nilainya, dan saya memberi contoh menuliskan lambang bilangan 1. Sebagai langkah awal saya menuliskannya hanya dengan gerakan lambang bilangan 1 di udara sambil ditirukan mereka, sampai mereka paham benar cara menuliskan lambang bilangan satu. Setelah benar langkah mereka menuliskan lambang bilangan satu, maka saya bimbing mereka menuliskannya di buku tulis mereka masing-masing.
Demikian pembelajaran berlangsung sampai lambang bilangan 5, sambil sesekali saya selingi dengan menyanyikan lagu, “Satu-satu aku sayang Ibu”.
Pengalaman mengajar di kelas satu adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya, karena saya harus bekerja ekstra untuk menekan nada suara saya yang tinggi dan berlatih berbicara dengan pelan jangan terlalu cepat.
Pembelajaran saya akhiri dengan menyanyikan lagu “Satu-satu Aku Sayang Ibu”.
Mereka pun ke luar ruangan dengan wajah besinar, dan samar-samar saya masih mendengar lagu Satu-satu aku sayang Ibu dinyanyikan terus sambil jalan walau dengan suara tak keras. Itu pertanda mereka nyaman mengikuti pembelajaran.
Alhamdulillah.
Kamis, 31 Maret 2011
Peningkatan Mutu Pendidikan
Peningkatan Mutu pendidikan diupayakan oleh berbagai pihak, yaitu Pemerintah, masyarakat, tenaga kependidikan. Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan disediakannya sarana dan pra sarana untuk menunjang keberhasilan mutu pendidikan, juga ditingkatkannya kualifikasi pendidikan, misalnya bagi guru SD yang tadinya lulusa D2 ditingkatkan menjadi kualifikasi S1.
Dalam upaya mencapai kualifikasi tersebut para guru baik yang sudah PNS maupun yang belum PNS menempuh pendidikan S1 melalui berbagai lembaga pendidikan. Bagi guru PNS ada yang menepuh pendidikan S1 melalui Univesitas Terbuka secara swadana. Pemerintah juga memberi penghargaan bagi pendidik yang telah melaksanakan tugasnya selama ini, penghargaan tersebut dengan diakuinya pelaksanaan tugas mereka dalam menempuh PPKHB. Kegiatan yang meningkatkan profesional guru melalui KKG BERMUTU. KKG tersebut memberi kesempatan pagi pendidik untuk meningkatkan kemampuannya dalam berbagai bidang. Seperti dalam KKG BERMUTU tahun pertama telah diprogramkan pengenalan ICT bagi peserta KKG. Dengan mengundang nara sumber yang berkompenten mereka berlatih memegang dan mengoperasikan komputer. Nampak betapa bahagianya guru peserta dalam berlatih mengoperasikan komputer. Al hasil, sebagian besar peserta merasa tertarik dan berupaya belajar lagi baik di rumah sendiri maupun belajar di SD tempat tugas masing-masing.
Dalam upaya mencapai kualifikasi tersebut para guru baik yang sudah PNS maupun yang belum PNS menempuh pendidikan S1 melalui berbagai lembaga pendidikan. Bagi guru PNS ada yang menepuh pendidikan S1 melalui Univesitas Terbuka secara swadana. Pemerintah juga memberi penghargaan bagi pendidik yang telah melaksanakan tugasnya selama ini, penghargaan tersebut dengan diakuinya pelaksanaan tugas mereka dalam menempuh PPKHB. Kegiatan yang meningkatkan profesional guru melalui KKG BERMUTU. KKG tersebut memberi kesempatan pagi pendidik untuk meningkatkan kemampuannya dalam berbagai bidang. Seperti dalam KKG BERMUTU tahun pertama telah diprogramkan pengenalan ICT bagi peserta KKG. Dengan mengundang nara sumber yang berkompenten mereka berlatih memegang dan mengoperasikan komputer. Nampak betapa bahagianya guru peserta dalam berlatih mengoperasikan komputer. Al hasil, sebagian besar peserta merasa tertarik dan berupaya belajar lagi baik di rumah sendiri maupun belajar di SD tempat tugas masing-masing.
Praktik ICT bagi guru peserta KKG BERMUTU
Dalam kegiatan KKG BERMUTU tersebut guru peserta dipandu untuk mampu melaksanakan perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan. Perbaikan pembelajaran tersebut dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di kelasnya pada khususnya, dan di lingkungan sekolah pada lingkup yang lebih luas. Perbaikan pembelajaran tersebut dilaksanakan dalam sebuah Penelitian Tindakan Kelas.
Penelitian Tindakan Kelas bagi sebagian guru merupakan hal yang asing dan belum mengenal sama sekali namun bagi sebagian guru lagi sudah mengenalnya. Bagi guru peserta yang belum mengenal, hal ini merupakan kesulitan tersendiri sehingga walaupun guru pemandu sudah menjelaskannya dengan bahasa yang mudah dimengerti pun masih belum bisa dipahami. Guru peserta menjadi dapat memahami setelah mereka mempraktikkan penelitian tindakan kelas atas bimbingan guru pemandu.
Guru peserta dalam KKG BERMUTU melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas dengan tahapan sebagai berikut : tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, tahap refleksi.
Pengalaman yang baru tersebut menjadi modal semangat bagi guru untuk meningkatkan diri, meningkatkan kemampuan diri dalam membimbing dan membina siswa-siswinya.Dari pengalaman melaksanakan perbaikan pembelajaran tersebut, guru semakin menyadari bahwa tingkat kemampuan siswa tidak sama, baik kemampuan dalam menerima pembelajaran maupun kemampuan mengaplikasikan pembelajaran yang telah diterimanya. Terkadang ada seorang siswa yang pada saat mengikuti pembelajaran dapat memahami pembelajaran tersebut, namun pada saat mendapat tugas tidak mampu mengerjakan.
Langkah selanjutnya bagi guru setelah memperoleh pengalaman melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui PTK dalam KKG tersebut adalah:
- memotivasi guru untuk memahami, menghargai, keadaan siswa yang berbeda sehingga memberi kesempatan kepada mereka untuk berkembang. Kesempatan yang diberikan tersebut berupa bimbingan secara kelompok, ataupun bimbingan secara pribadi.
- memfasilitasi siswa sehingga mempermudah siswa dalam memahami konsep. Fasilitas tersebut dengan pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode yang tepat dan bervariasi.
- memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam memperoleh konsep. Pelaksanaan tersebut dengan pembelajaran yang menggunakan media pembelajaran.
Pengalaman lain yang sangat berharga dari pelaksanaan KKG BERMUTU adalah terbukanya wawasan bahwa guru mengajar dalam kelas bukan di dalam WC. Selama ini ada sebagian guru yang dalam mengajar tidak mau dilihat orang (seperti keadaan di WC. di WC tidak mau dilihat orang). Sehingga kalau dilihat orang kata-kata yang tadinya lancar tiba-tiba sulit untuk keluar, berbagai rasa muncul termasuk keringat dingin pun keluar. Tetapi melalui KKG guru peserta dipandu untuk melaksanakan pembelajaran Open Class. Dimana seorang guru model mengajar diobservasi oleh banyak guru. Diokumentasi semua yang terjadi dalam pembelajaran terutama yang terjadi pada peserta didik. Hasil observasi tersebut dimanfaatkan untuk perbaikan pembelajaran berikutnya, sehingga ada peningkatan pembelajaran. Kesiapan menerima masukan, menerima kritikan demi peningkatan pembelajaran inilah yang harus dimiliki oleh seorang guru demi perbaikan pembelajaran dan demi peningkatan mutu pendidikan.
Pelaksanaan Open Class
Selain pengalaman tersebut di atas, dieproleh juga pengalaman membuat Case Study. Case Study merupakan catatan pengalaman pembelajaran yang telah dilaksanakan oleh seorang guru. Guru yang telah melaksanakan pembelajaran diberi kesempatan untuk mencatat semua kegiatan pembelajaran sejak awal membuka pembelajaran sampai akhir pembelajaran. Catatan tersebut berisi keadaan nyata yang tidak perlu dibaik-baikkan, karena dari case study seorang guru mampu mengetahui letak kekurangan dan kelemahan diri dalam pelaksanaan pembelajaran. Kelemahan dan kekurangan tersebut untuk diperbaiki pada pembelajaran-pembelajaran selanjutnya.
Hidup KKG BERMUTU, terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada guru peserta dalam menimba ilmu dan pengalaman demi meningkatkan kemampuan diri.
Langganan:
Postingan (Atom)



